Sejak divonis menderita pneumonia, lumpuh otak, down syndrome dan epilepsi, dunia Bima (7) seakan berhenti. Bima sudah tidak bisa apa-apa, hanya bisa terbaring tak berdaya di kasurnya. Bahkan tanpa alat bantu pernapasan yang menempel 24 jam, nyawa Bima mungkin tak tertolong!
Sudah hampir 6 tahun lamanya Bima bertahan dan berjuang sembuh dari penyakit kronis yang menggerogoti tubuhnya ini. Saat teman-teman seusianya sudah bisa sekolah dan bermain bersama, Bima hanya bisa terbaring tak berdaya. Ia bisa bertahan sampai sekarang berkat alat bantu pernapasan yang terpasang 24 jam non-stop!

Bima divonis menderita berbagai penyakit yang mengancam nyawanya. Dari pneumonia, lumpuh otak, bahkan down syndrome dan epilepsi menyerangnya bersamaan. Ya Allah, bahkan orang dewasa pun tidak kuat untuk menahan rasa sakit ini.

Ayahnya tengah berjuang mengumpulkan biaya pengobatan dengan bekerja sebagai kuli bangunan di luar kota. Namun sudah berbulan-bulan berjuang, biaya pengobatan Bima tak juga terkumpul. Seringnya, hasil keringat Ayahnya hanya cukup untuk pengobatan sederhana.
Jangankan untuk berobat dan bolak-balik RS, untuk membeli tabung oksigen setiap hari saja mereka sudah kesulitan!

Padahal, saran dari dokter mengatakan kalau Bima harusnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Bima juga harus melakukan berbagai rangkaian operasi untuk mengembalikan jaringan otaknya yang sudah rusak. Jika terus dibiarkan, keselamatannya yang menjadi taruhan.
Namun bagaimana caranya Ayah dan Ibunya mendapatkan biaya yang sangat besar itu? Di rumahnya tidak ada harta berharga yang bisa dijual. Mengandalkan upah Ayahnya juga masih jauh dari cukup.

Bahkan saking tidak punya uangnya, Kakak Bima, Kiandra (9) sampai harus membantu sang Ibu untuk berjualan apapun. Otopet kesayangan yang dibelikan Ayahnya, sampai rela ia jual demi adiknya bisa membeli tabung oksigen.

Ya Allah, kini kondisi Bima semakin mengkhawatirkan. Ia masih sering kejang hebat sampai seluruh tubuhnya kaku. Setiap tarikan napasnya pun terasa berat dan sesak. Tanpa alat bantu yang menempel di tubuhnya selama 24 jam non-stop, keselamatan Bima sangat terancam!
#OrangBaik, hari ini kita bisa menjadi harapan yang selama ini belum pernah Bima rasakan. Kita bisa menjadi salah satu alasan agar Bima bisa berobat dan sembuh dari penyakit kronisnya. Mari sama-sama kita bantu Bima melawan penyakitnya,
Terima kasih, #OrangBaik!